Showing posts with label Pilpres2019. Show all posts
Showing posts with label Pilpres2019. Show all posts

Wednesday, September 5, 2018

Pilpres 2019: Akankah Dolar Tembus Rp20.000?

Mata uang asing

Pada tulisan terdahulu, dengan formula sederhana, saya meng-estimasi nilai dolar AS Rp18.340 pada tahun 2024, kalau kondisi normal ( https://speedandup.blogspot.com/2018/08/pilpres-2019-berapa-nilai-dolar-amerika.html). Nilai akan melorot jauh, jika ada krisis ekonomi.

Tanya: Apakah kita memasuki zona krisis?
Jawab: Tergantung apa yang kita bandingkan.

Tanya: Maksudnya?
Jawab: Dalam konteks ekonomi (bukan politik), TIDAK AKAN seperti krisis tahun 1998. TAPI,         kalau seperti krisis Turkey dan Argentina baru baru ini, BARANGKALI.

Tanya: Kenapa begitu?
Jawab: Fundamental EKONOMI kita berbeda dengan tahun 1998. Dan Kondisi Ekonomi kita      SEDIKIT lebih baik dari Turkey dan Argentina!

Tanya: Apanya yang lebih baik?
Jawab: Indikator ekonomi makro kita, terutama yang berhubungan langsung dengan nilai tukar        mata uang rupiah SEDIKIT LEBIH BAIK.

Tanya: Berarti TIDAK SANGAT BAIK? Dan rupiah BISA jatuh seperti Lira dan Peso? Bisa Rp20 ribu?

Indikator utama ekonomi yang langsung berhubungan dengan nilai mata uang suatu negara adalah “current account deficit ratio” dan “debt ratio.” Bandingkan antara kita, Argentina dan Turkey:

-Current account deficit terhadap PDB: Indonesia (3%), Argentina (5%) dan Turkey (7%)
-Debt ratio terhadap PDB: Indonesia (35%), Argentina (40%), Turkey (50%).

Rasio “current account deficit” (neraca berjalan) dan rasio “debt” (hutang) terhadap PDB negara kita angkanya lebih kecil, berarti lebih baik dibandingkan dengan negara Argentina dan Turkey.

Belum lagi indikator makro-ekonomi lainnya seperti pertumbuhan, meskipun sekitar 5% (tidak seperti yang diharapkan yaitu 7%), tetap ada pertumbuhan. Bandingkan dengan Argentina yang hanya 3,5% dan Turkey yang pertumbuhan ekonominya sekitar 4,1%.

Cadangan devisa yang sebesar US$118 milyar, bisa dipakai untuk mencegah rupiah teralu terperosok dalam jangka 7 bulan ini. Jika negara bisa “menahan” laju impor, maka cadangan devisa diharapkan naik. 

Krisis di Argentina telah melorotkan nilai peso sekitar 45%, sedangkan lira Turkey turun sekitar 40%. Sekali lagi, jika kita ber-andai andai terjadi KRISIS dalam skala Argentina dan Turkey, maka berapa nilai rupiah? 

Nilai rupiah paling jauh turun sekitar 40%. Berarti rupiah berada di kisaran Rp18.900 !!





Monday, August 27, 2018

Pilpres 2019: Tarian “Mabok” Jokowi Ikut Irama Gendang Prabowo?

Tarian Jokowi (https://regional.kompas.com)  

Dari berbagai survei, apa yang bisa anda katakan? Kalau anda TELITI, maka anda akan bilang: KEJUTAN !! Kejutaan apaan? Mari kita simak narasi di bawah ini. 

Hampir semua survei dengan metode ilmiah yang bisa diulang dan dibuktikan, baik sebelum maupun setelah pengumuman capres dan cawapres, menempatkan Jokowi sebagai pemenang. Ini sudah bisa diduga, dan biasa biasa saja. 

Sebelum pendaftaran Capres dan Cawapres, Litbang Kompas melakukan survei bulan April 2018, dimana elektabilitas Jokowi dan Prabowo adalah sebagai berikut:
# Jokowi: 55,9%
## Prabowo: 14,1% 

Pasca pendaftaran Capres dan Cawapres, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan polling tertanggal 12 – 19 Agustus, 2018, hasilnya: 
# Jokowi-Ma’ruf: 52,2%.
## Prabowo – Sandi: 29,5%.

Elektabilitas Jokowi turun, meskipun tidak signifikan, dan masih di kategori “magic number,” yaitu di atas 50%. 

Kejutan bukan pada angka Jokowi, tapi di angka Prabowo, terjadi kenaikan tajam dari hanya 14,1% sebelum pendaftaran Capres Cawapres, naik dua kali lipat menjadi 29,5%. Kenaikan ini, kalau dibuat dalam “prosen,” naik lebih dari 100%. FANTASTIK. LUAR BIASA!! Hanya dalam tempo 4 bulan. 

Tanya: Apa penyebabnya? Prabowo tidak memiliki jabatan apapun yang bisa membuat kejutan! 
Jawab: Gendang!

Tanya: Gendang apaan?
Jawab: tabuhan gendang

Tanya: “ora ngerti aku”
Jawab: Irama gendang #2019 Ganti presiden!!

Dengan irama gendang #2019 Ganti presiden yang ditabuh oleh Prabowo membuat telinga Jokowi gatal dan menari sampai “mabok.” Respon yang salah dari Jokowi, sangat menguntungkan Prabowo. 

Masuknya Sandiaga Uno, maka suling dengan tarian ular Cobra-pun dimainkan: deklarasai #2019 Ganti presiden hampir di semua kota besar di seluruh tanah air. 

Dayang dayang yang bergincu tebal meliuk liuk dengan tarian tarian mautnya di twitter, FB, medsos dan semua media digital.

Pilpres 2019 menjadi pesta demokrasi yang paling riuh rendah di dunia. 

Yok, kita ambil peran masing masing sebagai: pendukung, tukang teriak, tukang kasi makan ular cobra, tukang tepuk tangan, penari tanpa gincu dan yang duduk santai menikmati permainan sampai hitungan suara selesai! 

Ada pula yang menyanyikan lagu:” begadang jangan begadang…kalau tak ada janda-nya!”